Field Dispatch/№017
Menu
Back to The Wire
Dispatch · Oct 24, 2024

kenapa resign?.

Keputusan untuk resign bukanlah langkah yang mudah, tetapi pengalaman pahit dengan atasan yang mencampurkan urusan pribadi ke ranah profesional membuat gue harus mengambil tindakan.

Resign dari pekerjaan bukanlah keputusan yang diambil dengan ringan. Namun, terkadang, langkah tersebut menjadi solusi terbaik untuk menjaga kesehatan mental dan mengejar kebahagiaan. Pengalaman gue di Kantor sebelumnya membuka mata dan memberi pelajaran berharga, dan kali ini, gue mau berbagi tentang perjalanan itu.

Di tengah semua pengalaman yang gue jalani, salah satu hal paling mengecewakan adalah hubungan dengan atasan yang mencampurkan urusan pribadi ke dalam ranah profesional. Suasana kerja yang semestinya menjadi tempat yang nyaman dan produktif malah berubah menjadi arena ketegangan. Setiap interaksi terasa seperti permainan kekuasaan, di mana posisi seseorang menjadi alat untuk menekan dan mengendalikan. Hal ini sangat memengaruhi motivasi gue untuk bekerja dengan baik, dan dalam jangka panjang, itu berpotensi merusak semangat yang ada.

Walaupun banyak tantangan yang dihadapi, ada satu hal yang gue syukuri: kesempatan untuk menjelajahi berbagai divisi dalam perusahaan. Itu memberi gue banyak pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Mulai dari pemasaran hingga operasional, setiap divisi menawarkan pelajaran yang berbeda. Namun, seiring berjalannya waktu, gue menyadari bahwa semua usaha dan dedikasi tersebut terasa sia-sia ketika tidak mendapatkan pengakuan. Ketidakadilan ini sering kali membuat semangat kerja gue meredup, dan semakin sulit untuk terus berkontribusi dengan sepenuh hati.

Lingkungan di tempat kerja juga tidak mendukung. Terlalu banyak masalah yang terjadi, dari perilaku tidak profesional yang mencolok hingga situasi yang bikin kita harus khawatir akan barang-barang pribadi. Banyak cerita buruk yang beredar di kalangan karyawan, yang semakin menambah ketidaknyamanan. Rasanya sangat sulit untuk tetap fokus dan memberikan yang terbaik ketika kita dikelilingi oleh situasi yang tidak sehat. Dalam hati, gue bertanya-tanya, “Apa sebenarnya yang bisa gue lakukan di tempat yang seperti ini?”

Setiap hari, gue berusaha untuk bersikap profesional, tetapi semakin lama gue berada di sana, semakin banyak yang menyadari bahwa ini bukanlah tempat di mana gue bisa berkembang. Ada kalanya gue merasa terjebak, seperti tidak ada jalan keluar dari situasi yang mencekik ini. Dan saat itu, gue tahu, sudah saatnya untuk membuat keputusan yang tepat untuk diri sendiri.

Pengalaman ini mengajarkan gue arti sabar. Dalam dunia kerja, kita tidak selalu mendapatkan apresiasi yang layak untuk usaha kita, dan itu adalah hal yang harus diterima. Tetapi, satu hal yang pasti, gue tidak akan membiarkan ketidakadilan ini menghentikan langkah gue untuk terus maju. Sebaliknya, semua tantangan ini justru menjadi motivasi untuk mencari peluang yang lebih baik di tempat lain.

Setelah mempertimbangkan segala hal, keputusan untuk resign akhirnya datang dengan sendirinya. Rasanya seperti beban berat terangkat dari pundak. Dengan semua pengalaman pahit yang telah dilalui, gue kini siap untuk mengambil langkah baru. Sekarang, gue ingin fokus menjadi seorang independent creator dan membantu perusahaan lain dalam bidang e-commerce. Ini adalah kesempatan untuk kembali ke jalur yang sesuai dengan passion dan nilai-nilai yang gue anut. Gue percaya bahwa kreativitas dan inovasi bisa lebih berkembang di lingkungan yang mendukung.

Melihat kembali semua yang terjadi, gue merasa lega. Rasa puas menghampiri setelah mengambil keputusan ini, seolah semua beban yang mengganggu pikiran menghilang begitu saja. Kini, gue bisa lebih fokus pada tujuan yang lebih besar, merencanakan proyek-proyek yang telah lama terpendam. Dengan semangat baru, gue siap menghadapi dunia yang penuh tantangan dan kesempatan.

Sekarang saatnya untuk mengejar mimpi dan mewujudkan ide-ide kreatif yang selama ini terpendam. Gue yakin, dengan pengalaman yang sudah dilalui, gue bisa berkontribusi dengan cara yang lebih baik dan lebih berarti. Semoga langkah ini bisa membawa perubahan positif, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar gue.